Senin, 08 September 2014

Berhati-hati dengan Hati

 salam sahabat ku.....
      Bicara  masalah hati banyak yang harus di kaji mengenai kata "hati" itu, dan entah bagaimana cara untuk mengungkapkannya atau sepanjang tulisan apa yang mau diungkapkan, atau seberapa banyak tinta pena yang dihabiskan semuanya tak cukup jelas menerangkan drama Hati .
      Hati, jika berhasil menjaganya ia ibarat penghapus yang selalu menghapus kesalahan mu sendiri atau kesalahan orang lain. Hati, bisa jadi penyebab dari segala penyakit yang abstrak maupun tampak, seperti cahaya bisa jadi dia menerangimu saat gelap dan tersesat atau malah menyebabkan matamu silau dan akhirnya masuk kejurang terdalam.
      Ketika hati sudah merasa rendah hati maka berhati-hatilah sesungguhnya ia menyimpan kesombongan tak terperi dalam Qalbunya, harusnya hati itu selalu merasa bahwa dirinya sakit maka ia perlu berkonsultasi dengan sang ahli dan obat penawar untuk sakit yang ia derita.
       Berbagai jenis hati, ada jenis hati senang bermain-main dengan pikiran, ia sangat akrab sampai-sampai ketika pikiran mengajak ke arah keburukan dan kenistaan, hati tergerak melakukannya karna merasa bahwa pikiran adalah sahabatnya jadilah ia seorang hati yang gelap maka ketika datang seorang nurani yang ingin menyelamatkannya dari kejahilannya namun sayang, akhirnya nurani itu karam di dasar palung dan jadilah orang itu pemilik hati yang rugi.
        Ada hati yang sangat lembut bahkan ia mempengaruhi segala hal yang di sentuhnya, semua ingin bersahabat dengannya, ketika ia melihat hati lain bersedih maka ia ikut merasakan kesedihannya, pikiranpun turut patuh kepada titahnya, sungguh yang mendapatkan hati semacam ini orang yang sangat beruntung.
         yang manakah hati kita ??? atau ada versi hati yang berbeda....
disaat semua orang mampu menyelimuti kesedihannya maka hatinya tidak pernah akan bisa, ia akan tersungkur, meringkuh, meratap maka saat itu ia butuh dokter dan obat yang sangat mujarab yaitu titah tuhannya, perbuataan nabinya dan bacaan kitabnya....
 ya Rabbi,
Jadikanlah kami orang yang selalu dekat denganMu, jadikan kami peniru utusanMu baik akhlak, perbutan, perkataan dan jadikan Alquran sebagai penawar kesusahan hidup kami, sungguh sebenar-benarnya hati kami kotor penuh debu, maka bersihkan ia dengan NurMu...... aamiin allahumma aamiin ^_^

Menunggu  Senja
#CNF


sunset bersamamu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar