Senin, 23 Juni 2014

nyata dan khayalan

Ku Hanya Diam.....
          kau tahu hari itu aku duduk di pusaran pasir, ku amati luasnya hamparan laut tuhan dan bentangan langit biru itu,  semakin ku tatap semakin ku penasaran dengan apapun yang tuhan ciptakan. matahari itu begitu indahnya disudut barat menampilkan garis-garis merah bata yang menawan & anggun. Hari ini aku hanya mampu diam, diam disudut diamku.
          kau tahu impian itu mulai buram pesonanya, terasa begitu dekat namun ketika kau tatap lekat-lekat ia kian menjauh, ketika kau datangi ia hanya pasir persis fatamorgana, dari kejauhan pelupuk mata rasanya mudah digenggam, mudah diraih dan ternyata itu hanya ilusi persis illusionist magician.
          hampir saja diri ini, jatuh kepalung paling dalam samudra ketika memikirkannya, indah sekali begitu indahnya sampai aku lupa cara meraihnya sampai aku harus tertatih mengejarnya sampai hujan mengalir disekitar ku pun belum dapat ku jangkau. kau begitu jauh wahai impian begitu letih untuk meraih mu.

Ku hanya mampu diam....
          hanya dengan doa aku mampu dan sanggup untuk berusaha mengejarmu walau aku tahu, impian itu antara nyata dan khayalan. hidup itu persis sandiwara, diperankan makhluk kecil dibumi di tengah luasnya hamparan tata surya. apalah ia hanya sebutir zarrah yang menempel di disudut angkasa Tuhan.
           kau tahu, Tuhan itu maha luas hai impian kau hanya berhadapan dengan aku yang lemah namun belum kau tahu wahai impian, akan ku jangkau engkau dengan bantuan Tuhan ku yang agung, bukankah kau lihat disudut sana kilauan ciptaannya. bahkan kau impian diciptakan untuk ku dan dia raih. 
           impian aku akan berusaha untuk bangkit dari ke Diaman bahasa ku, ku taklukkan tubuh ini untuk mengejar ketertinggaalanku, berlari, berlari, akan terus berlari menujumu sampai kaki ini lelah dipenghujung jalan dan ketika sang waktu menghentikan segalanya itulah ketika aku mampu meraihmu .
Salam ku untuk
mu impian.........

#CNF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar