Rabu, 07 Mei 2014

keluhan vs petuah = ???

Tungkop, 7 maret 2014

                    kadang kita tak mengerti cara untuk mengungkapkan apa yang kita pikirkan, kita terlalu diam *pasif* dan kurang aktif. sungguh menjadi pendiam itu sesuatu yang melelahkan tapi ada baiknya juga karena  bisa menghindarkan kita dari banyak dosa , ane pernah dengar kata bijak " diam itu adalah emas tapi berkata baik itu adalah berlian" jadi harus sering berlatih untuk bijaksana dalam mengolah kata-kata agar bermaslahat bagi ummat. tapi kebanyakaan yang jago dalam mengolah kata itu sendiri banyak berkata-kata yang mubazir atau menyakiti hati orang lain, jadi kesimpulannya boleh banyak berkata tapi perkataannya perkataan yang baik ya kan ^_^
                   karena kita terlalu mengejar nilai maka kita lupa bahwa sebenarnya yang kita kejar diperguruan tinggi itu adalah ilmu, kemandirian dan etos kerja. kehadiran  hanya sebagai formalitas penambah nilai, Pe'eR hanya untuk pelengkap persen Nilai, kita sibuk dengan kesibukan masing-masing, tanpa kita pikirkan bahwa ada yang sedang menunggu foto wisuda kita , menunggu nama kita disebut cum laude *terbaik*, menunggu menjadi pemimpin seusai kuliah ini, de el el. jadi kesimpulannya boleh kita sibuk dengan organisasi kita, usaha jualan kita, tempat kerja kita, tapi satu yang terpenting yaitu ilmu kita. tak penting seberapa banyak nilai yang kita capai itu hanya output*hasil yang sekali tampak* yang terpenting ilmu itu bisa menjadi peninggi derajat kita di hadapanNya^_^
                  mudah cemburu itu bagus *kalo kata cemburu di ganti iri kayanya gak ahsan* tapi cemburu itu dalam hal kebaikan, kalo cemburu dengan hak orang lain itu hal yang tidak baik. cemburu itu ketika kita lihat orang lain lebih rajin, lebih berani, lebih banyak ibadahnya, lebih pas menutup auratnya, lebih banyak ilmunya, pas bacaan alqurannya, lebih bisa mengatur waktu, tetap cas matanya ketika masuk kelas, gak gaptek de el el,,, jadi cemburunya itu buat kita lebih semangat untuk melatih diri supaya kita bisa memiliki keteraturan seperti itu. memang manusia punya kelebihan dan kekurangan tapi bagaimana kita melejitkan kelebihan dan meminimalisir kekurangan yang ada pada diri kita, jadi kesimpulannya tumbuhkan rasa cemburu dalam kepositifan pikiran *klasik* agar yang kita cemburukan itu berdampak baik untuk diri kita^_^
              bosan itu sering sekali muncul dengan sendirinya bahkan ketika kita sedang beraktifitas banyak sekali muncul rasa kejenuhan itu. ibarat kata ketika ditambah lagi sesuatu zat penyebab bosan maka akan terjadi reaksi yang akhirnya mengendap *akibat anak kimia tu* bukan jenuh aja tapi over weight jenuhnya :D , tapi itu lah dia si penyakit buruk yang bernama bosen/jenuh harus kita ringankan tapi kalo kita sembuhkan menurut ane kayanya kagak bisa. soalnya dia ibarat penyakit diabetes militus tidak bisa disembuhkan hanya saja di kurangi*hadeh biologi larinya kok* ketika kelihatan hampir sembuh pun ia akan datang kapan saja yang dia mau itu lah rasa jenuh itu. kalo kata guru-guru jaman dulu cintai apapun pekerjaan yang kita lakukan niscaya kita akan merasa kan indahnya, dan ketika kita jenuh pun kita tetap melakukan hal yang kita cintai itu. jadi kesimpulannya bosen itu selalu ada tapi ya harus kita minimalisir dengan kegiatan yang kita cintai^_^


kata yang menginspirasi "Do The Best Allah Take Care The Rest"
*mudah-mudahan lancar dah tu english ane*
 :D
 ;)
#CNF

5 komentar:

  1. wah, keren dek
    bisa jadi penulis buku ntar, latihan trus ya

    BalasHapus